RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 9 kali
TANPA SENGAJA
Ayub 1:5 (TB) Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
Ayub 1:5 (BIMK) Sehabis setiap pesta, Ayub selalu bangun pagi-pagi dan mempersembahkan kurban untuk tiap-tiap anaknya supaya mereka diampuni TUHAN. Sebab Ayub berpikir, boleh jadi anak-anaknya itu sudah berdosa dan menghina Allah tanpa sengaja.
Ayub sangat memperhatikan keluarganya terutama anak-anaknya. Ia menguatirkan apa yg dilakukan anak-anaknya. Itulah sebabnya ia memanggil mereka menasihati mereka dan menguduskan mereka. Ia takut jika anak-anaknya tanpa sengaja melakukan hal-hal yang berdosa bahkan hal-hal yang sifatnya batiniah atau apa yang ada di hati mereka. Ada dosa yang memang dilakukan tanpa sengaja misalnya ketika dalam keadaan terlalu gembira kita menjadi sombong.
Dalam kekristenan, dosa yang dilakukan tanpa sengaja mencakup tindakan yang melanggar hukum Allah akibat ketidaktahuan, kelalaian, atau luput dari kesadaran. Meski tidak disadari, dosa ini tetap merusak kekudusan dan memerlukan pengampunan. Dalam Perjanjian Lama, Allah memerintahkan umat Israel untuk mempersembahkan korban penghapus dosa jika mereka berbuat dosa "dengan tidak sengaja" (Imamat 4:2). Di Perjanjian Baru, Rasul Petrus (Kisah Para Rasul 3:17) dan Rasul Paulus juga mengakui bahwa ketidaktahuan manusia akan kehendak Allah tetaplah sebuah pelanggaran yang membutuhkan anugerah pengampunan.
Rasa takut dan kuatir yang diperlihatkan Ayub adalah suatu rasa kuatir kudus yang menghindarkan dirinya dan keluarganya dari kebinasaan kekal. Yang luar biasa itu dilakukannya senantiasa. NKJV: Job did regularly. Ayub melakukannya secara regular atau teratur dan terencana. Ia secara sengaja dan terarah memeriksa kesehatan rohani dirinya dan keluarganya. Apa yang Ayub lakukannya merupakan persiapan menghadapi hal-hal yad. Di ayat selanjutnya kita tahu Ayub menghadapi ujian yang berat. NKJV mengatakan "Satan attack Job's character". Terbukti Ayub bisa mengatasi serangan bertubi-tubi dari Iblis karena dia sudah melatih dirinya secara reguler. Apakah kita sudah melakukannya juga? (CS).
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

