RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 7 kali
DIBUAT BERHASIL
Kejadian 41:51-52 (TB) 51 Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: "Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku." 52 Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama Efraim, sebab katanya: "Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku."
Nama orang Yahudi selalu punya makna. Demikian dengan Yusuf memberi nama anak sulungnya: Manasye artinya: membuat lupa. Yusuf berpikir Allah telah membuat dia lupa dengan kesukaran yang pernah dia alami dan membuatnya lupa rumah ayahnya. Setelah Yusuf menjadi orang nomor dua setelah Firaun di Mesir, ia tidak ingat lagi penderitaan yang dia alami akibat ulah kakak-kakaknya dan ulah isteri Potifar yang menyebabkan ia masuk penjara.
Efraim berarti "Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku."
Genesis 41:52 (NHEB) The name of the second, he called Ephraim: "For God has made me fruitful in the land of my affliction."
Kejadian 41:52 (TSI3) Anak keduanya diberi nama Efraim karena dia berkata, “Di negeri penderitaan, Allah sudah membuatku berhasil.”
Kita mungkin sulit melupakan penderitaan di masa lalu yang pernah kita alami. Tetapi Tuhan bisa membuat kita benar-benar lupa kepada kesukaran atau penderitaan yang pernah kita alami. Bagaimana caranya? Dengan memberikan "buah" dari penderitaan kita. Buah atau hasil dari penderitaan itu tidak sebanding dengan penderitaan yang kita alami. Penderitaan apa yang sedang kita hadapi saat ini?
Jika kita mengalami penderitaan atau kesengsaraan demi mengiring Kristus tetaplah bertahan karena suatu saat nanti Tuhan membuat kita lupa sama sekali saat kita sudah berada di Langit Baru dan Bumi yang Baru.
Roma 8:17-18 (TB) 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. 18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Wahyu 21:3-7 (TB) 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." 5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." 6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. (CS)
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

