RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 1123 kali
Di Belgia pernah dilakukan survey terhadap warga berusia 60 tahun tentang penyesalan terbesar yang mereka rasakan. Hasilnya? Ternyata 72% menyesal karena mengabaikan waktu untuk bekerja dengan baik pada masa muda; 67% karena merasa salah memilih pekerjaan; 63% karena tidak mendidik anak dengan benar; 58% karena kurang berolahraga dan menjaga kesehatan; dan 11% karena tidak memiliki cukup banyak uang.
Ketika kita sadar telah mengambil langkah yang keliru, kita menyesal. Ketika kita sadar telah melakukan hal yang salah, kita menyesal. Ketika kita harus menerima konsekuensi atas suatu perbuatan dosa, kita menyesal. Setiap orang pernah melakukan hal yang keliru dan membuatnya menyesal. Tetapi, tidak semua orang mampu belajar dari kesalahan dan penyesalannya. Banyak orang menyesali perbuatannya, tetapi mereka tidak segera memperbaiki pola hidupnya yang salah. Akibatnya, seperti kata pepatah, penyesalan selalu datang terlambat.
Yudas juga menyesali kekeliruannya. Sayang, ia memilih jalan bunuh diri untuk membayar kesalahannya. Tidak sedikit orang menunjukkan penyesalannya dengan cara yang salah. Sesungguhnya, penyesalan adalah sebuah kesempatan dan anugerah Allah! Masing-masing kita tentu pernah membuat kesalahan dan hal itu menimbulkan rasa bersalah di dalam hati. Allah menghargai penyesalan kita dan Dia sanggup memakai kesalahan itu untuk menyatakan rencana-Nya yang besar dalam hidup kita. Anugerah-Nya tetap tersedia untuk kita!—SYS
PENYESALAN ADALAH KESEMPATAN BAGI ALLAH UNTUK MENCURAHKAN
ANUGERAH PENGAMPUNAN DAN MEMULIHKAN HIDUP KITA
Sumber : www.renunganharian.net
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

