RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 541 kali
Chen Shu Chu pedagang sayur-mayur di Taitung, Taiwan. Selama 18 tahun berdagang, ia menyisihkan sebanyak 2,8 miliar rupiah keuntungannya untuk menyantuni orang miskin dan anak telantar. Pada 2012 ia dianugerahi Penghargaan Ramon Magsaysay dan memperoleh hadiah sebesar 50 ribu dolar AS. Ah, ternyata penjual sayur murah hati itu menghibahkan dana tersebut untuk membantu rumah sakit yang memerlukan peralatan UGD.
Firman Tuhan memberikan peringatan pada orang kaya yang mengagung-agungkan kekayaannya. Harta yang berlimpah ruah sering menjadikan manusia sombong. Padahal, orang yang kaya sebenarnya diberkati Allah untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain. Sungguh indah keadaan dunia ini jika saja orang kaya mau menjalankan kebajikannya dengan memberi dan membagi harta miliknya dengan orang lain yang memerlukan bantuan (ay. 18). Bukankah misi ini sejalan dengan sikap Yesus yang mengasihi dan berbuat baik pada orang-orang miskin yang terpinggirkan?
Chen Shu Chu adalah salah satu contoh nyata. Ternyata masih ada orang yang mau berbuat baik bagi sesamanya tanpa pamrih. Kita sebagai orang yang diberkati Tuhan, walaupun mungkin bukan orang kaya-raya, dipanggil untuk memberi dan berbagi dengan harta yang dipercayakan pada kita. Ketika kita berbuat baik dengan tulus dan ikhlas, sesungguhnya Allah telah menyediakan berkat untuk kita salurkan. Bersiaplah dipakai Tuhan menjadi saluran berkat-Nya. Kiranya Tuhan dipermuliakan melalui kebajikan kita.—TG
SALAH SATU KENIKMATAN HIDUP ORANG KRISTEN
ADALAH KETIKA MEMBERI DAN BERBAGI DENGAN TULUS IKHLAS
Sumber : www.renunganharian.net
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

