RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 748 kali
Pada suatu musim semi, saya mengajak istri melihat bunga tulip yang bermekaran. “Anda datang pada waktu yang tepat,” kata salah satu petani tulip. “Jika Anda terlambat, bunga ini sudah layu.” Hamparan bunga tulip yang berwarna-warni itu seperti karpet raksasa yang ditenun Tuhan. Tidak ada permadani buatan manusia seindah itu.
Kita barangkali tidak punya gambaran jelas tentang kemegahan dan keindahan jubah kebesaran yang dikenakan Salomo. Namun, dari penggambaran Yesus, kita bisa membayangkan betapa indah jubah itu. Uniknya, Yesus menyatakan kemegahan jubah Salomo itu tidak seindah hamparan bunga bakung yang tumbuh; yang tidak mendapatkannya dengan bekerja; yang tidak memintal benang bagi warna-warnanya. Bukan hanya bunga bakung, “rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api” (ay. 30) juga didandani Allah. Jika bunga bakung dan rumput Dia dandani sedemikian indah, terlebih lagi kita, manusia, yang diciptakan segambar dan serupa dengan Dia.
Bagi beberapa kalangan, pakaian bisa jadi persoalan genting. Begitu seriusnya mereka mendandani apa yang tampak di luar sehingga lupa memperhatikan apa yang di dalam yang justru lebih penting. Rasul Paulus menyatakan, “Perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah” (1 Pet. 3:4).—XQP
PAKAIAN MENYEMBUNYIKAN BANYAK KEINDAHAN,
NAMUN TAK MAMPU MENUTUPI KEBURUKAN.—Kahlil Gibran
Sumber : www.renunganharian.net
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

