RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 541 kali
Kita sering mendengar keluhan semacam ini, “Saya heran, ia kan orang Kristen, hamba Tuhan lagi, tetapi entah kenapa hatinya tak tersentuh melihat penderitaan yang dialami pekerjanya?” Atau, “Tampaknya ia cukup aktif di gereja, ramah dan baik hati saat sama-sama melayani, tetapi saya heran, ketika saya bekerja dengannya-menjadi bawahannya, kelihatan deh aslinya. Ia menjadi seperti serigala yang hendak menerkam saya. Menakutkan!”
Yoab, panglima raja Daud. Mengenal betul kepribadian atasannya. Daud raja yang penuh belas kasihan, menyayangi nyawa anak buahnya, dan menghargai mereka (ay. 20). Namun, hari itu Yoab terkejut. Daud yang penuh belas kasihan itu berucap janggal, “Janganlah sebal hatimu karena perkara ini, sebab sudah biasa pedang makan orang ini atau orang itu...” (ay. 25).
Daud yang biasanya penuh welas asih itu tiba-tiba menjadi kejam. Mengapa? Kepentingan pribadilah yang saat itu menguasainya. Bagaimanapun caranya, apa pun risikonya, ia memiliki kepentingan agar Uria orang Het itu mati di medan pertempuran (ay. 15). Daud harus menjaga reputasi, agar skandalnya dengan istri Uria terkubur--sebagaimana belas kasihnya saat itu juga terkubur.
Nas hari ini mengingatkan kita, “Sebab di mana ada... mementingkan diri sendiri di situ ada... segala macam perbuatan jahat.” Daud mementingkan diri sendiri, lalu ia kehilangan belas kasihan. Ingin tetap memiliki belas kasihan? Jangan mementingkan diri!—GIE
JANGAN TERLALU HERAN, KEPENTINGAN DIRI SENDIRI
DAPAT MENGUBUR BELAS KASIHAN
Sumber : www.renunganharian.net
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

