RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 525 kali
Dulu setiap pulang kuliah, saya berjalan kaki sejauh 1,5 km dari jalan raya sampai ke rumah. Tak jarang saya kesal lalu menggerutu dalam hati, mengapa saya tak punya sepeda motor seperti teman-teman saya. Sekarang, saya punya kendaraan pribadi. Lucunya, saya harus meluangkan waktu khusus untuk berolahraga jalan kaki 2,5 km keliling kompleks. Saya tak pernah menggerutu. Saya melakukannya dengan semangat karena ingin menjaga kesehatan.
Andai dulu saya menganggap berjalan pulang sejauh 1,5 km sebagai olahraga, tentu saya melakukannya dengan bersemangat. Sayang, waktu itu saya memandang jalan kaki sebagai masalah. Pada akhirnya, cara pandang saya yang salah membuat sikap hati dan tindakan saya ikut salah.
Cara pandang yang salah akan melahirkan sikap hati dan tindakan yang salah. Sebaliknya, cara pandang yang benar akan melahirkan sikap hati dan tindakan yang benar. Dua belas pengintai menyaksikan hal yang sama, namun hanya Kaleb (ay. 30) dan Yosua (Bil. 14:6-9) yang memiliki cara pandang, sikap hati, dan tindakan yang benar. Pada akhirnya, nama mereka masyhur, bahkan sampai hari ini.
Sebagai orang pilihan-Nya, seyogianya kita memiliki sikap hati dan tindakan yang benar dalam menghadapi setiap masalah dan pergumulan. Semua itu berawal dari cara pandang yang benar. Seperti Kaleb dan Yosua, pandanglah setiap masalah dan pergumulan sebagai kesempatan bagi Allah untuk menyatakan kasih, kuasa, dan berkat-Nya. Bukan sebagai kesempitan yang akan menghimpit hidup kita.—OKS
KESEMPATAN ATAU KESEMPITAN,
SEMUA BERGANTUNG PADA CARA PANDANG KITA
Sumber : www.renunganharian.net
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

