RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 579 kali
Dalam strategi perang kuno dikenal prinsip, "Carilah kelemahan musuh pada kekuatannya." Dalil ini dilandasi oleh keyakinan, kelemahan seseorang justru ada pada sektor kekuatannya--tak akan jauh dari sana. Terbukti, banyak tokoh jatuh di puncak kejayaannya. Kerajaan runtuh karena terlena oleh kemenangannya. Kekuatan manusia tak pernah sempurna sebab pada kekuatan itu sekaligus terkandung kelemahan.
Teka-teki. Salah satu kata-kunci dalam kisah Simson. Sosok dan kehidupan hakim yang satu ini mengundang tanya bagaikan teka-teki. Ia amat perkasa, dari mana kekuatannya? Apa rahasianya? Teka-teki. Simson sendiri pintar menciptakan teka-teki. Pada teka-tekinya ada sisi tentang kekuatannya (membunuh singa) sekaligus terbuka akan potensi kelemahannya (membocorkan rahasia di depan wanita si perengek). Adegan ini seperti sebuah pertanda akan apa yang bakal terjadi kelak. Ia membeberkan janji kenaziran Allah di pangkuan Delila (Hak. 16:16-17). Teka-teki Simson menyingkapkan: kekuatan besar "dimakan" kelemahan serius.
Sang Empunya kekuatan sempurna hanya Tuhan. Kekuatan kita hanya pemberian-Nya. Terbatas. Sekaligus dibayangi oleh kelemahan. Kenapa? Agar kita tidak jumawa dan semena-mena. Tuhan mau kita senantiasa sadar: kekuatan diberikan untuk memuliakan Dia dan memberkati sesama. Anda kuat? Sehat? Berbakat dan berhikmat? Pakailah itu sesuai dengan maksud Tuhan. Rawatlah dengan bertanggung jawab penuh pada Dia. Niscaya hal itu tak menjadi kelemahan yang menelanmu sendiri.—PAD
DI PUNCAK BUKIT MENANJAK
JUGA ADA TEBING CURAM MENGANGA–TETAPLAH WASPADA
Sumber : www.renunganharian.net
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

