RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 589 kali
Benarkah orang yang beriman kepada Allah akan terhindar dari pencobaan? Pertanyaan seperti ini dilontarkan karena sering ada orang yang menganggap orang Kristen yang mengalami badai pencobaan yang berat sebagai orang yang kurang beriman. Tidak benar! Memiliki iman bukan berarti Allah akan selalu memenuhi setiap keinginan kita. Memiliki iman bukan berarti kita akan terhindar dari masalah dan cobaan hidup. Tetapi, di tengah segala macam pencobaan dan kesulitan, bahkan dalam ancaman maut, orang beriman tetap memercayakan diri dan bersandar pada Allah.
Kita dapat belajar dari teladan iman Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka berhadapan dengan ancaman maut jika tidak mengikuti keinginan raja Nebukadnezar untuk menyembah patung buatannya. Sebaliknya, mereka dapat tetap bebas dan hidup bila mau menyembahnya. Namun, ketiganya memilih beriman bahwa Allah sanggup melepaskan mereka. Seandainya Allah tidak menyelamatkan pun, mereka tidak akan menyembah patung itu. Inilah iman yang sejati. Sekalipun menghadapi bahaya maut, hati mereka tidak kehilangan kepercayaan dan pengharapan kepada Allah.
Iman yang sejati dapat menerima segala kesukaran. Orang yang beriman percaya bahwa sekalipun ia berada dalam badai atau ujian hidup seberat apa pun, Allah tidak akan pernah meninggalkannya. Dan seorang pahlawan iman akan lebih memilih untuk mempertahankan iman daripada menjualnya demi memperoleh kesenangan di dunia ini.—SYS
IMAN MEMBUAT KITA BERGANTUNG PADA KASIH KARUNIA
DAN KEKUATAN TUHAN DALAM MENGHADAPI PENCOBAAN
Sumber : www.renunganharian.net
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

