RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 607 kali
“Ih, kamu tuh masih kecil! Tahu apa kamu!” Demikianlah ungkapan yang sering terlontar dari orang dewasa kepada anak-anak. Sering terjadi seorang anak mendapatkan perlakuan sebelah mata atau diremehkan. Jelas ia punya banyak keterbatasan untuk melakukan hal-hal yang dapat dikerjakan orang dewasa dengan mudah. Faktanya seorang anak dari usia memang masih belia, dari pengalaman ia masih hijau, dan dari segi fisik ia tidak sekuat orang dewasa. Tetapi, itu bukan berarti ia tidak dapat melakukan sesuatu. Seorang anak perlu diberi kesempatan untuk unjuk kemampuannya sesuai dengan keberadaannya sebagai anak.
Naaman adalah panglima raja Aram. Saat itu ia sedang sakit kusta. Di rumahnya, ada seorang gadis kecil. Gadis ini adalah orang Israel dan menjadi tawanan perang yang harus ikut mengalami pembuangan. Meskipun demikian, dengan berani ia mengusulkan kepada seorang pahlawan perang bangsa Aram untuk pergi menemui seorang nabi di Samaria (ay. 3). Selanjutnya, ketika Naaman menyampaikan hal itu kepada raja Aram, sang raja memberikan dukungan kepada Naaman untuk menemui sang nabi di Samaria (ay. 5).
Dengan kapasitas, kemampuan, dan keberadaannya, seorang anak sesungguhnya menyimpan banyak potensi. Orang dewasa dapat menolong dan memberikan kesempatan kepada anak untuk menemukan dan mengembangkan potensinya. Dan, tentu saja, membimbing dan memberikan teladan tentang bagaimana menggunakan kemampuan kita untuk memuliakan Tuhan.—AAS
DALAM DIRI SEORANG ANAK TERDAPAT POTENSI TERPENDAM.
BERILAH IA KESEMPATAN UNTUK MENGEMBANGKAN DAN MEMBUKTIKANNYA.
Sumber : www.renunganharian.net
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

