RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 561 kali
Saat masih jadi rahib, Martin Luther pernah menjengkelkan Bapa Pengakuan Dosanya. Kenapa? Sebab, tak seperti rahib lainnya yang hanya beberapa menit mengaku dosa, Luther melakukannya selama enam jam nonstop! Gilakah ia? Tidak. Sebaliknya, Luther paham betul betapa jahatnya dirinya karena dosa.
Sejauh mana kita menyadari bahwa kita sudah “terjual di bawah kuasa dosa” (ay. 14)? Dosa seperti sel kanker yang menyebar ke seluruh tubuh kita. Rasul Paulus pun tak berdaya melawan keberdosaannya (ay. 24)! Bandingkan dengan kasus Akhan (Yos. 7). Ia yang bersalah, mengapa keluarga dan harta bendanya harus dimusnahkan juga? Bagi Allah, dosa itu sangat serius, dan kasus ini sebagai contoh bahwa Dia ingin umat-Nya hidup tak bercela. Syukurlah, Allah tidak berhenti di situ. Dia juga memberi jalan keluar, yaitu melalui Yesus yang menanggung semua dosa (masa lalu, masa kini, masa depan) kita di kayu salib (ay. 25, Kol. 1:20). Jadi, kita tak perlu frustrasi lagi seperti Paulus dan Luther karena oleh Yesus kita dimungkinkan berkenan kepada Allah!
Hanya masalahnya, seberapa jauh kita menghormati pengurbanan Kristus ini dengan bertekad menjaga kesucian di tengah segala hal yang kotor? Ataukah, kita begitu gampang memaafkan diri ketika berbuat dosa? Jangan-jangan kita lalu hidup sembrono. Bukankah seharusnya pengampunan-Nya yang begitu besar itu memotivasi kita untuk hidup menyenangkan hati-Nya? Bukan lagi karena takut akan penghukuman-Nya, melainkan karena hati kita berlimpah dengan rasa syukur.—HIS
SATU-SATUNYA YANG ALLAH BENCI DARI KITA ADALAH DOSA-DOSA KITA
Sumbet : www.renungaharian.net
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

