info
Shalom. Salam sejahtera untuk kita semua. Tuhan Memberkati. Amin.

RENUNGAN HARIAN

Tidak Menghormati Allah

Di lihat : 213 kali

TIDAK MENGHORMATI ALLAH
1 Samuel 2:30-31 (TB) 30 Sebab itu — demikianlah firman TUHAN, Allah Israel — sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang — demikianlah firman TUHAN —: Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah. 31 Sesungguhnya akan datang waktunya, bahwa Aku akan mematahkan tangan kekuatanmu dan tangan kekuatan kaummu, sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu.

Seorang abdi Allah atau seorang nabi tidak dijelaskan namanya, ia diutus Allah secara khusus untuk menegur Imam Eli. (Ayat 27). Sang nabi menunjukkan suatu dakwaan yang hebat terhadap imam Eli dan keluarganya. Imam Eli membiarkan anak-anaknya berbuat jahat oleh karenanya melibatkan diri dalam kesalahan mereka. Dakwaan sang nabi tertuju kepada mereka semua (ay. 29). 
Putra-putranya cara yang tidak telah menajiskan hal-hal yang kudus dari Allah: “Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan? Tidak hanya menginjak-injak jabatan imam sebagai hal yang rendah, tetapi juga menolaknya sebagai hal yang engkau benci dan tidak mau terikat olehnya.” Mereka menghina persembahan kepada TUHAN secara luar biasa, ketika mereka melakukan semua itu membuat orang-orang marah dan mengeluh tentang mereka, dan dengan kekerasan menjarah kuali-kuali, yang kudus bagi TUHAN (Zak. 14:20), serta mengambil bagian lemaknya bagi diri mereka sendiri, padahal Allah telah perintahkan untuk dibakar di atas mezbah-Nya. Bahkan mereka berzinah di depan kemah pertemuan. Sungguh tidak pantas kelakuan anak-anak imam Eli in 

1 Samuel 2:22 (TB)  Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan.
Tetapi imam Eli tidak menegor dan memarahi atau memecat anaknya. 1 Samuel 3:13 (TB)  Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka!

Allah pun mengulangi peringatannya, kali ini melalui Samuel muda yang tinggal di dalam rumah imam Eli. 1 Samuel 3:1 (TB)  Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatan pun tidak sering. 
1 Samuel 3:11-13 (TB) 11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Ketahuilah, Aku akan melakukan sesuatu di Israel, sehingga setiap orang yang mendengarnya, akan bising kedua telinganya. 12 Pada waktu itu Aku akan menepati kepada Eli segala yang telah Kufirmankan tentang keluarganya, dari mula sampai akhir. 13 Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka!

Allah melaksanakan hukuman yang telah disampaikan sang nabi. Kedua putera imam Eli tewas dalam peperangan. 1 Samuel 4:10-11 (TB) 10 Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki. 11 Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas. 

Imam Eli mati dengan cara tragis. 1 Samuel 4:15-18 (TB) 15 Eli sudah sembilan puluh delapan tahun umurnya dan matanya sudah bular, sehingga ia tidak dapat melihat lagi. 16 Kata orang itu kepada Eli: "Aku datang dari medan pertempuran; baru hari ini aku melarikan diri dari medan pertempuran." Kata Eli: "Bagaimana keadaannya, anakku?" 17 Jawab pembawa kabar itu: "Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas."  18 Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel. 

Konon keturunan imam Eli semuanya mati muda sesuai nubuatan sang nabi sehingga meskipun keluarga Eli tidak punah tetapi keturunannya tidak akan pernah hebat, atau tidak akan ada satu pun dari keturunannya yang akan tampil menonjol dalam masanya. Menurut Uskup Patrick, berdasarkan beberapa tulisan Yahudi, bahwa lama sesudahnya, terdapat sebuah keluarga di Yerusalem yang tak satu pun anggota keluarganya dapat bertahan hidup di atas 18 tahun, dan dari hasil penyelidikan ternyata mereka merupakan keturunan keluarga Eli, yang dijatuhi hukuman ini.

Janganlah nasib buruk Imam Eli terjadi atas kita. Marilah kita menghormati kekudusan Allah. (CS)

Ditulis oleh: Pdt. Cecep Soeparman M.Th

Staf Pastoral di GBI FILEMON

RELATED SERMON

22 Dec 2025

KASIH YANG TAK BERKESUDAHAN

Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...

17 Aug 2025

I'm A Hero

PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...

14 Jun 2017

YESUS BANGKIT DAN HIDUP

Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

Filemon On Air
RAKER SEMESTER 1 26 JULI 2025 PENGURUS FILEMON FAMILY CHURCH (GBI FILEMON)