RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 2050 kali
KRISTOFANI
Yohanes 8:56-59 (TB) 56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita." 57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" 58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." 59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Yohanes 10:30-31 (TB) 30 Aku dan Bapa adalah satu." 31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
Tuhan Yesus mengatakan bahwa Abraham telah melihat Kristus dan akan melihat kedatangan-Nya lagi. Secara biologis tidak masuk akal Yesus yang usianya tiga puluhan telah melihat Abraham yang sudah lahir ratusan tahun lalu. Kapan Abraham melihat Kristus?
Juga dikatakan Abraham akan melihat Kristus padahal Abraham sudah mati ratusan tahun lalu. Bagaimana ia bisa melihat Kristus. Bagaimana menjawab dua fenomena yang sukar dicerna oleh akal manusia?
Yang pertama, kapan Abraham telah melihat Kristus? Sebelum Kristus berinkarnasi (Yoh 1:1,14), Yesus sudah ada sebelum Abraham lahir. Dalam PL (Perjanjian Lama) Yesus sudah menampakkan diri mewakili Allah Bapa yang adalah Roh (Yoh 1:18, 4:24).
Penampakan diri Kristus dalam rupa Malaikat TUHAN disebut Theophany (Teofani) atau Kristofani. (Kej 18:1-33, 22:11-15).
Kejadian 18:1-2 (TB) 1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. 2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,
Tiga orang itu siapa? Kejadian 18:16, 22 (TB) 16 Lalu berangkatlah orang-orang itu dari situ dan memandang ke arah Sodom; dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantarkan mereka. 22 Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN. Kejadian 19:1 (TB) Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,
Dua orang itu adalah malaikat dan yang satunya adalah Malaikat TUHAN yang adalah Yesus pra-inkarnasi atau disebut Teoafani atau Kristofani.
Teofani, adalah suatu istilah dalam ilmu teologi, yang berasal dari bahasa Yunani: τεοφάνια - THEOPHANIA, berasal dari dua kata, kata benda θεÏŒς - THEOS (Allah) dan kata kerja φανερÏŒω - PHANEROÔ yang artinya menampakkan, mewujudkan (diri). Maka THEOPHANIA adalah penampakan Allah/ appearance of God/ a manifestation of God to the world. Istilah 'teofani' penampakan Allah dalam bentuk yang kelihatan, berbeda dengan inkarnasi. Dalam inkarnasi, terdapat kesatuan yang tetap antara kemanusiaan dan keilahian. Demikian, Allah menampakkan diri sebagai manusia di hadapan Abraham dengan cara Teofani.
Ada orang melanjutkan konsep teofani menjadi "kristofani". Kristofani selama ini dimengerti sebagai penampakan Kristus sebelum inkarnasi. Beberapa orang memahami pra-eksistensi Anak Allah identik dengan pra-inkarnasi Kristus. Memang ada benarnya, karena secara teologis pra-inkarnasi adalah pra-eksistensi Kristus sebelum inkarnasi, namun sebenarnya praeksistensi Anak Allah adalah eksistensi niscaya yang kekal dan mutlak dan tidak boleh disamakan dengan pra-inkarnasi Kristus di bumi. Tepatnya, pra-inkarnasi Kristus dalam teofani merupakan bagian tema pra-eksistensi Anak dalam doktrin Tritunggal. Kristofani adalah sebuah kemunculan atau perwujudan non-fisik Kristus.
Disini didahului dengan identifikasi bahwa Kristus sendirilah yang ditunjuk sebagai Malaikat YHWH yang salah satu dari tiga Malaikat Allah yang menjumpai Abraham. Peristiwa penampakan itu ditandai dengan penyembahan layaknya kepada Allah, sedangkan malaikat biasa tidak mendapatkan perlakukan istimewa demikian. Sampai disini pandangan injili ini tidak ada salahnya juga, karena didasarkan pada Alkitab kanonik (PL dan PB) yang memberitakan Kristus sebagai pusat berita keselamatan Alkitab. Ini yang disebut Kristofani potensial bagi inkarnasi dalam PB (Perjanjian Baru).
Kristofani dalam PL (Perjanjian Lama) bukanlah spekulasi teologi dalam iman Kristen, inkarnasi Kristus menjadi manusia Ini dapat juga dikatakan teofani sesungguhnya. Sebelumnya sudah disinggung teofani Allah dalam MAL'AKH YHWH (Malaikat Allah) yang tampil dalam Alkitab teridentifikasi sebagai yang disembah dan menerima sujud dan persembahan dari umat Allah. Jadi, malaikat ini bukan malaikat biasa, tetapi TUHAN Allah sendiri.
Kalau TUHAN Allah dikatakan menampakkan diri dalam rupa malaikat (MAL'AKH YHWH), bukan berarti Allah berubah menjadi malaikat, tetapi Allah mengunjungi manusia secara langsung melalui rupa malaikat. Ini adalah misteri ilahi dalam rincian penjelasannya. Malaikat-Nya itu pun mungkin berupa manusia, seperti tercatat dengan kata-kata "tiga orang" atau "seorang". Allah adalah Roh yang berpribadi. Secara bentuk, Ia tidak berbentuk dalam material. Dalam hubungan dengan umat-Nya secara pribadi Ia memakai sarana dan prasarana yang nampak agar dapat berkomunikasi secara aktual. Prinsipnya, Allah dapat mengambil bentuk tetapi tidak terikat dan tidak boleh diikat dalam bentuk-bentuk apapun di dalam pengalaman orang percaya.
Yang kedua, Abraham akan melihat Hari kedatangan Kristus? Kapan itu? 1 Petrus 3:18-19 (TB) 18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, 19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara.
Efesus 4:8-10 (TB) 8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." 9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
Dari dua penjelasan ayat tsb di atas dapat kita tangkap bahwa pada waktu kematian-Nya Kristus turun ke dunia orang mati untuk memproklamasikan khabar baik yaitu kemenangan Kristus menebus manusia dari dosa sehingga orang benar dibawa naik ke Firdaus suatu tempat yang nyaman sebelum diberi tubuh kemuliaan pada waktu kedatangan-Nya kembali. Disitulah Abraham akan melihat kedatangan Kristus.
Jadi, di dalam Kristus ada jaminan hidup kekal bagi mereka yang percaya dan melakukan kehendak Allah Bapa. (CS)
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

