info
Shalom. Salam sejahtera untuk kita semua. Tuhan Memberkati. Amin.

RENUNGAN HARIAN

Meremehkan Hak Kesulungan

Di lihat : 152 kali

MEREMEHKAN HAK KESULUNGAN
Ibrani 12:16-17 (TB) 16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. 17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata. 

Esau adalah anak sulung sesuai catatan Alkitab. Secara detail Alkitab menceritakan Esau yang meremehkan hak kesulungan buktinya ia menukar hak kesulungannya dengan semangkok kacang merah. (Kejadian 25:25-34).

Hak kesulungan merupakan hak istimewa rohani, termasuk di dalamnya keunggulan martabat dan keunggulan kuasa, dan juga bagian dua kali lipat (Kej 49:3). Tampaknya hak kesulungan itu sungguh luar biasa sehingga disertai pula dengan berkat, dan pewarisan janji. Hak kesulungan adalah pelambang dari hak-hak istimewa rohani, hak-hak istimewa milik jemaat anak-anak sulung.
Hak kesulungan itu bersifat rohani, sikapnya yang meremehkan hak itu merupakan kecemaran yang luar biasa besar yang bisa dibayangkan. Perhatikanlah:  Adalah suatu kebodohan yang menjijikkan apabila kita melepaskan bagian kita di dalam Allah, Kristus, dan sorga, demi kekayaan, kehormatan, dan kesenangan dunia ini. Itu merupakan suatu tawaran yang buruk seperti orang yang menjual hak kesulungannya demi semangkuk sup.

Keinginan yang saleh dari Yakub untuk mendapat hak kesulungan, namun ia berusaha memperolehnya dengan cara-cara yang menyimpang, yang tidak sesuai dengan sifatnya sebagai orang yang tenang. Bukan karena kesombongan atau hasrat ia mendambakan hak kesulungan itu, melainkan dengan mata yang tertuju pada berkat-berkat rohani, yang sudah dikenalnya dengan baik di dalam kemahnya, sementara Esau sudah kehilangan rasa untuk mencari berkat-berkat rohani itu akibat terlalu banyak berada di padang. Untuk maksud rohani ini, Yakub pantas dipuji, bahwa dengan sungguh-sungguh ia mendambakan karunia-karunia yang terbaik. Namun, dalam hal ini ia tidak bisa dibenarkan, bahwa ia mengambil keuntungan dari kebutuhan kakaknya yang mendesak, untuk mengajukan tawaran yang sangat sulit kepadanya (Kej 25:31). 

Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu. Mungkin sebelumnya sudah ada perbincangan di antara mereka mengenai perkara ini, dan jika demikian maka hal itu tidak begitu mengejutkan Esau sebagaimana yang tampak di sini. Dan, ada kemungkinan, Esau kadang-kadang membicarakan hak kesulungan dan segala sesuatu yang menyertainya dengan nada meremehkan, yang mendorong Yakub untuk mengajukan usulan ini kepadanya. Dan, jika memang demikian, Yakub, dalam kadar tertentu, bisa dimaafkan atas apa yang diperbuatnya untuk mencapai maksudnya. 
Perhatikanlah, orang yang tenang, yang berperilaku sederhana, yang menunjukkan ketulusan yang saleh, dan yang tidak memiliki hikmat duniawi, sering kali didapati paling bijak dari semua orang dalam perkara yang menyangkut jiwa dan kehidupan kekal mereka. Orang yang benar-benar bijak adalah mereka yang bijak dalam perkara yang menyangkut dunia lain.

Hikmat Yakub tampak dalam dua hal:
1. Ia memilih waktu yang paling tepat, dengan memanfaatkan kesempatan ketika kesempatan itu menawarkan diri, dan tidak membiarkannya berlalu begitu saja.
2. Setelah membuat penawaran itu, ia memastikannya, dan membuatnya diteguhkan oleh sumpah Esau: Bersumpahlah dahulu kepadaku (Kej 25:33). Ia menangkap Esau ketika Esau dalam keadaan sadar akan apa yang dilakukannya, dan tidak mau memberinya kekuatan untuk menarik kembali kata-katanya. Dalam kasus seperti ini, sebaiknya kita memastikan terlebih dahulu segala sesuatunya.

Perbuatan Esau yang menyepelekan hak kesulungannya dan tindakannya yang bodoh menjualnya sehingga disebut orang yang bernafsu rendah (Ibrani 12:16), sebab ia menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan, sesuap makanan yang mahal yang pernah dimakan sejak buah terlarang. Dan ia hidup untuk menyesalinya, namun semuanya sudah terlambat. Tidak pernah penawaran yang begitu bodoh dibuat seperti penawaran yang sekarang dibuat Esau ini. Padahal, ia menilai dirinya berdasarkan kebijakannya, dan terkenal sebagai orang pandai, dan mungkin sudah sering kali mengejek adiknya Yakub sebagai orang yang lemah dan polos. Perhatikanlah, ada orang yang bijak dalam hal-hal remeh, namun bodoh dalam hal-hal penting. Mereka menjadi pemburu-pemburu yang pandai yang bisa mengakali orang lain dan menjerat orang itu ke dalam perangkap mereka, namun mereka sendiri tertipu oleh tipu daya Iblis dan menjadi tawanannya untuk menuruti kehendaknya. Lagi pula, Allah sering kali memilih apa yang dianggap bodoh di mata dunia, dan dengan berbuat demikian mempermalukan apa yang dianggap bijak. Yakub yang polos mengakali Esau yang pandai. (CS)

Ditulis oleh: Pdt. Cecep Soeparman M.Th

Staf Pastoral di GBI FILEMON

RELATED SERMON

22 Dec 2025

KASIH YANG TAK BERKESUDAHAN

Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...

17 Aug 2025

I'm A Hero

PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...

14 Jun 2017

YESUS BANGKIT DAN HIDUP

Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

Filemon On Air
RAKER SEMESTER 1 26 JULI 2025 PENGURUS FILEMON FAMILY CHURCH (GBI FILEMON)