RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 384 kali
Ayub 1:22 (TB) Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Pada umumnya org sulit menerima bencana yg datang bertubi-tubi dlm hidupnya. Apalagi menerima dgn sikap hati yg benar atas bencana atau malapetaka yg menimpa dirinya. Ayub mengalami bencana yg beruntun. Mulai dari harta bendanya yg ludes dlm sekejap, semua anaknya 10 org baik laki-laki dan perempuan mati dlm satu hari. Ini merupakan pukulan yg telak bagi seseorg. Tidak berhenti sampai di situ, kesehatan Ayub turun drastis krn penyakit kulit yg parah menyebabkan seluruh tubuhnya rusak tak berbentuk. Ditambah lagi rumah tangganya hancur. Isteri yg seharusnya menguatkannya justru melemahkan imannya. Yg luar biasa dari Ayub, Alkitab mencatat dua kali "Dalam kesemuanya itu Ayub tdk berbuat dosa" (Ayub 1:22, 2:10). Ayub tdk menyalahkan Tuhan apalagi mengutuk Tuhan. Sikap yg luar biasa baiknya seperti yg ditunjukkan Ayub dlm menghadapi pencobaan yg dahsyat tdk dibangun secara mendadak. Ayub sdh mempersiapkannya jauh-jauh hari. Setiap kali ia selalu memperbaiki dirinya. Hal ini secara eksplisit dikatakan dlm Ayub 1:5 "Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa".
Sesungguhnya kehidupan ini adalah mempersiapkan diri menghadapi "bencana". Ketika "bencana" kematian datang apakah kita didapati memiliki kehidupan yg berkenan kepadaNya?
Percaya kpd Yesus adalah sebuah pekerjaan yg hrs kita lakukan dgn serius. (Yoh 6:29). Mari kita lakukan dgn takut dan gentar. Supaya ketika waktu kita tiba, kita dijumpai tahan berdiri di hadapan-Nya. (CS).
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

