RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 6 kali
A CHAOTIC LIFE
2 Samuel 12:13 (TB) Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
Raja Daud hidupnya sangat chaotic. Bagaimana tidak? Perhatikan saja setelah ia berzinah dan membunuh suami Batsyeba dan belum bertobat, ia mengalami kekacauan hidup:
Mazmur 32:3-5 (TB) 3 Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; 4 sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela 5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela
Waktu kita mengaku dosa: "Aku sudah berdosa kepada Tuhan", kita bukan saja mengakui dosa yang sudah kita lakukan dan tidak akan mengulanginya lagi. Tetapi di saat yang sama kita harus mengakui bahwa masih ada potensi dosa di dalam diri kita yaitu kodrat dosa yang masih melekat dalam diri kita yang bisa muncul sewaktu-waktu ketika ada kesempatan. Untuk Itu waktu kita bertobat dan mengaku dosa, kita berjanji untuk mengatasi kodrat dosa ini sehingga meskipun ada kesempatan berbuat dosa kita tidak melakukannya. Banyak orang tidak berbuat dosa karena tidak atau belum ada kesempatan untuk berbuat dosa. Namun ketika ada kesempatan untuk berbuat dosa seperti Daud kesempatan berzinah, dilakukan juga. Kita harus sampai titik bukan saja tidak berbuat dosa ketika ada kesempatan tetapi kita tidak bisa berbuat dosa meskipun ada kesempatan untuk itu. Hal ini terjadi karena perubahan di dalam diri kita yang sudah berubah kodrat dari berkodrat dosa menjadi berkodrat ilahi. Seperti Yusuf meskipun ada kesempatan berzinah dengan isteri Potifar, ia tidak melakukannya. (Kej 39:9). Pertobatan dimulai dari pengakuan untuk tidak mengulangi perbuatan dosa Itu lagi lalu berlanjut dengan berkomitment untuk bisa hidup dalam kesucian.
Ketika orang mencapai kondisi atau keberadaan berkodrat ilahi atau yang sama dengan tidak bisa berbuat dosa lagi, ia disebut lahir baru atau lahir dari Allah. 1 Yohanes 3:9 (TB) Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
Benih ilahi membuat orang tidak dapat berbuat dosa lagi. Apa itu benih ilahi? Salah satu terjemahan menegaskan bahwa benih ilahi yang dimaksud adalah sifat Allah yang sudah menjadi bagian hidup kita. 1 Yohanes 3:9 (BIMK) Orang yang sudah menjadi Anak Allah, tidak terus-menerus berbuat dosa, sebab sifat Allah sendiri ada padanya. Dan karena Allah itu Bapanya, maka ia tidak dapat terus-menerus berbuat dosa.
Inilah target atau goal kekristenan yang benar sehingga menjadi perjuangan kita selama kita hidup di bumi. (CS)
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

