RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 10 kali
SANCTIFICATION OF THE SPIRIT
1 Petrus 1:1-2 (TB) 1 Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, 2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.
1 Peter 1:1-2 (KJV) 1 Peter, an apostle of Jesus Christ, to the strangers scattered throughout Pontus, Galatia, Cappadocia, Asia, and Bithynia, 2 Elect according to the foreknowledge of God the Father, through sanctification of the Spirit, unto obedience and sprinkling of the blood of Jesus Christ: Grace unto you, and peace, be multiplied.
Apakah dikuduskan oleh Roh sama dengan dikuduskan dalam kebenaran? Yohanes 17:17 (TB) Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Bagaimana penjelasannya? Berikut ini penjelasan yang didapat dari sumber yang bisa difahami. pengudusan bukan hanya dikerjakan oleh darah Kristus dan firman Allah, tetapi juga oleh pekerjaan Roh Kudus. Pertanyaannya kemudian adalah: apa yang dimaksud dengan dikuduskan oleh Roh, dan bagaimana proses pengudusan itu berlangsung? Untuk memahami hal ini, perlu dibedakan pengertian firman dalam dua dimensi, yakni Logos dan Rhema. Ketika seseorang mendengar atau mempelajari firman Tuhan, firman tersebut pertama-tama bekerja pada ranah pengertian dan penalaran.
Logos adalah firman yang dipahami di dalam pikiran melalui pengajaran yang didengar. Sebagai contoh, seseorang dapat memahami perintah Tuhan: “Kasihilah musuhmu.” Secara intelektual, perintah ini dapat dimengerti dan bahkan disetujui. Namun pemahaman tersebut tidak serta-merta membuat seseorang mampu mengasihi musuh. Untuk itu, firman yang telah dipahami harus diuji dan diwujudkan dalam kenyataan hidup. Ketika seseorang sungguh-sungguh mengalami situasi dimusuhi, disakiti, atau diperlakukan tidak adil, di sanalah peran Roh Kudus menjadi nyata.
Dalam pengalaman konkret itulah Roh Kudus mengingatkan firman yang telah diterima sebelumnya. Firman yang semula hanya menjadi Logos dalam pikiran kini dihidupkan dan diarahkan secara spesifik dalam situasi nyata. Inilah yang disebut sebagai Rhema, yaitu firman yang disampaikan Roh Kudus secara personal dan kontekstual untuk ditaati. Melalui Rhema, firman Allah tidak lagi berhenti sebagai konsep, melainkan menjadi tuntunan hidup yang mengarahkan sikap dan tindakan.
Dalam kasus-kasus tertentu—terutama bagi mereka yang mengasihi Allah—Tuhan mengerjakan pengudusan melalui berbagai peristiwa kehidupan (Rama 8:28). Pengalaman hidup, termasuk penderitaan dan kesukaran, menjadi sarana didikan ilahi. Namun proses ini hanya efektif bagi mereka yang sungguh-sungguh bersedia menerima didikan Tuhan (Ibrani 12:7–9).
Pendewasaan rohani mustahil terjadi tanpa keterlibatan pengalaman nyata yang sering kali menyakitkan, namun justru melalui jalan itulah Tuhan bekerja membersihkan dan membentuk karakter kita.
Dalam proses tersebut, Bapa mendidik anak-anak-Nya melalui Roh Kudus. Roh Kudus bekerja di dalam batin manusia, menyingkapkan kebenaran, menegur, menguatkan, dan memampukan seseorang untuk taat. (Yohanes 14:26, 16:13).
Inilah yang dimaksud dengan dikuduskan oleh Roh. Kekudusan tidak dicapai oleh kekuatan manusia, bukan oleh kemauan atau keteguhan diri semata, melainkan oleh pertolongan Roh Allah. Roh Kudus adalah “fasilitas keselamatan” yang Allah sediakan untuk menuntun orang percaya menuju kesempurnaan yang dikehendaki-Nya.
Hal ini sejalan dengan perkataan Tuhan Yesus dalam doa-Nya, bahwa Ia menguduskan diri-Nya supaya orang percaya dikuduskan dalam kebenaran (Yoh. 17:18–19). Pernyataan ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sendiri menjalani proses ketaatan yang penuh pergumulan. Ia tidak mencapai kesempurnaan dengan mudah, tetapi melalui penderitaan dan ketaatan yang total kepada kehendak Bapa. Proses ini dijalani agar Ia menjadi teladan sempurna bagi orang percaya dan dipakai Allah sebagai sarana keselamatan. (Ibrani 5:7-9)
Jadi, dikuduskan oleh darah Kristus (melalui kematian-Nya), dikuduskan oleh Roh dan dikuduskan dalam Firman adalah sebuah rangkaian integral yang tak terpisahkan. Penebusan yang dikerjakan Kristus, Firman Tuhan dan Roh Kudus yang dimeteraikan (Efesus 1:13) serta penggarapan Allah merupakan sarana keselamatan yang membuat kita bisa mengambil bagian dalam kekudusan Allah. (Ibrani 12:9-10). (CS)
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

