RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 7 kali
MIXED FEELING
Matius 28:8-10 (TB) 8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.b9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
Mereka yang dimaksud ayat tsb dijelaskan di ayat sebelumnya. Matius 28:1 (TB) Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
Sebenar dari awal mereka mengalami mixed feeling. (Markus 16:1-4 (TB) 1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. 2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" 4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
Perasaan mereka campur aduk (mixed feeling) antara bingung dan takut. Markus 16:8 (TB) Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.
Apalagi ketika mereka menjumpai fakta bahwa Kubur kosong dan ada malaikat di situ perasaan mereka lebih campur lagi antara takut, bingung dan sukacita. Ketika mereka berjumpa Kristus yang bangkit dan memberi salam kepada mereka, perasaan mereka menyatu menjadi sukacita. Saya percaya waktu Maria Magdalena menyampaikan berita kebangkitan Kristus kepada para murid-Nya pasti dengan nada sukacita. Yohanes 20:18 (TB) Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.
Memang tidak secara eksplisit Alkitab menjelaskan hal itu. Tapi kita bisa mengetahui dari konstruksi peristiwanya.
Dalami Yohanes 20:11 dikatakan Maria menangis di luar kubur. Ia sedang: Berduka karena Yesus mati. Bingung karena tubuh-Nya hilang.
Merasa kehilangan harapan. Lalu tiba-tiba ia bertemu Yesus yang bangkit (ayat 14–16). Momen ketika Yesus memanggil namanya: “Maria!” adalah titik balik emosional yang sangat kuat. Jadi saat ia berkata: “Aku telah melihat Tuhan!”, itu bukan sekadar laporan — tetapi: Tangisan berubah jadi sukacita Keputusasaan berubah jadi pengharapan. Kalimat Yunani yang dipakai memberi kesan kesaksian yang hidup dan penuh semangat. Artinya kira-kira: “Aku benar-benar sudah melihat Tuhan!”
Bukan ragu, tapi penuh kepastian. Ini menunjukkan perasaan: Antusias (tidak bisa menahan kabar). Penuh iman (tidak lagi bingung). Mendesak (ingin segera memberitahu murid-murid). Perlu diingat:
Pada saat itu para murid sedang dalam keadaan ketakutan. Kabar kebangkitan adalah sesuatu yang sulit dipercaya. Namun Maria tetap datang dan bersaksi. Ini menunjukkan: Ia berani bersaksi meskipun mungkin tidak langsung dipercaya.
Ada dorongan kuat dari pengalaman pribadinya dengan Kristus. Yesus tidak hanya menampakkan diri — Ia memanggil nama Maria secara pribadi. Ini penting: Kesaksiannya bukan teori tapi pengalaman relasi yang intim. Itulah sebabnya kesaksiannya terdengar begitu hidup: “Aku telah melihat Tuhan!”
Jika kita rangkum dari seluruh konteks:
Maria kemungkinan besar mengalami campuran emosi (mixed feeling): Duka → kaget → sukacita besar. Antusias dan tidak bisa diam. Berani bersaksi. Penuh kasih dan keterikatan pribadi pada Yesus.
Maria menjadi: Orang pertama yang memberitakan kebangkitan. Ia seperti “rasul bagi para rasul”
Pesannya jelas: Pengalaman pribadi dengan Kristus akan mendorong kita untuk bersaksi, bukan karena kewajiban, tetapi karena hati yang meluap dengan sukacita. (CS)
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

