RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 17 kali
UJI KELAYAKAN PELAYAN TUHAN
1 Tesalonika 2:3-7 (TB) 3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. 4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. 5 Karena kami tidak pernah bermulut manis — hal itu kamu ketahui — dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi — Allah adalah saksi -- 6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. 7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.
Nasihat rasul Paulus menggunakan kata "nasihat kami" bukan "nasihat saya" karena memang surat kepada jemaat di Tesalonika mewakili bukan saja rasul Paulus tetapi juga Silwanus dan Timotius. (1 Tesalonika 1:1). Mereka yaitu Paulus, Silwanus dan Timotius adalah para pelayan Tuhan yang telah teruji pelayannya sehingga nasihat yang disampaikan pasti berbobot dan bermanfaat. Allah telah menguji mereka sehingga mereka layak melayani orang lain. Mereka itu seperti ibu yang mengasuh dan merawat anaknya. 1 Tesalonika 2:7 (FAYH) Tetapi kami berlaku lemah lembut kepada Saudara seperti seorang ibu memberi makan dan memelihara anak-anak kandungnya.
Ada saja pelayan Tuhan yang bermulut manis dalam menyampaikan khotbahnya tetapi kehidupannya tidak semanis dan seindah yang disampaikannya. Saya mendengar kesaksian seorang rekan pendeta yang mengetahui ada seorang Gembala Sidang yang berkhotbah pada hari Minggu, di hari itu isterinya tidak hadir karena dikurung di kamar. Hal itu dilakukan karena muka isterinya lebam habis dipukul oleh sang gembala. Ia mengurung isterinya agar jemaatnya tidak tahu ia telah melakukan KDRT. Sang pelayan Tuhan seperti ini tidak layak karena tidak teruji sebelumnya.
Yang lebih celaka lagi adalah seorang pelayan Tuhan sehabis khotbah di gereja ia menjemput selingkuhanya lalu check in di sebuah hotel. Ini tragis dan miris.
Seorang pelayan Tuhan selain punya sertifikat secara sinodal supaya bisa melayani pelayanan gerejawi ia juga seharusnya teruji secara moral agar tidak menjadi batu sandungan. Ibarat supir selain harus punya SIM (Surat Izin Mengemudi), kendaraannya juga harus lulus uji KIR. Apa itu KIR?
KIR (bahasa Belanda = KEUR) merupakan kumpulan rangkaian kegiatan untuk melakukan uji kendaraan bermotor sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut layak digunakan secara teknis di jalan raya, khususnya bagi kendaraan yang membawa angkutan penumpang dan barang. Pemeriksaan KIR mobil biasanya dilakukan dua kali setahun. Selama proses ini, pemilik kendaraan wajib mengikuti beberapa tes uji.
Demikian juga pelayan Tuhan selain memiliki sertifikat pengangkatan pendeta ia juga harus bersedia menjalani semacam KIR namanya UKPT atau Uji Kelayakan Pelayan Tuhan agar kendaraan hidupnya layak dipakai Tuhan sehingga jadi berkat buat orang lain. 2 Timotius 2:21 (TSI2) Demikian juga kamu! Kalau kamu mengkhususkan dirimu hanya bagi Tuhan saja— dengan menjaga dirimu supaya tetap hidup murni, kamu akan menjadi seperti bejana istimewa. Berarti kamu menjadi bejana yang bersih dan layak dipakai Tuhan untuk setiap pekerjaan yang baik. (CS)
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

