RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 2 kali
MENGERAMI TELOR YANG BUKAN MILIKNYA
Yeremia 17:11 (TB) Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal.
Yeremia 17:11 (IMB) Seperti seekor ayam hutan yang mengerami telur yang bukan miliknya, demikianlah orang yang mengumpulkan kekayaan dengan cara yang tidak benar, pada pertengahan hidupnya, kekayaan itu akan meninggalkannya sehingga pada akhir hidupnya, ia akan dikenal sebagai orang bodoh. "
Saya pernah berpikir mengapa ayam petelor tidak perlu pejantan untuk bisa bertelur. Ini memang keanehan alamiah sekaligus uniknya suatu makluk. Ayam petelur tidak membutuhkan ayam pejantan untuk menghasilkan telur. Ayam betina akan tetap bertelur secara alami setiap 24-26 jam sekali selama mendapat nutrisi cukup. Tanpa pejantan, telur yang dihasilkan adalah infertil (tidak bisa menetas), namun aman dan bergizi untuk dikonsumsi.
Sekarang, Apa yang terjadi dengan ayam hutan yang mengerami telor yang bukan miliknya? Jika ayam hutan mengerami telur yang bukan miliknya, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, telur-telur tersebut mungkin tidak akan menetas karena tidak dibuahi atau tidak cocok dengan kondisi pengeraman induk ayam hutan. Kedua, jika telur-telur tersebut menetas, anak ayam yang menetas mungkin tidak akan bertahan hidup karena perbedaan jenis atau kebutuhan perawatan yang berbeda. Ketiga, induk ayam hutan mungkin akan menjadi stres atau kelelahan karena harus merawat anak-anak ayam yang bukan berasal dari spesiesnya.
Jika telur yang dierami membutuhkan waktu menetas yang terlalu berbeda (misalnya telur bebek yang butuh lebih lama), induk bisa meninggalkan sarang terlalu cepat.
Fenomena ini mirip dengan parasitisme telur, seperti yang dilakukan burung kutilang, kedasih, atau cuckoo: mereka menaruh telurnya di sarang burung lain. Tuan rumah kadang tetap mengerami dan membesarkan anak yang bukan miliknya.
Fenomena ayam hutan mengerami yang bukan telor miliknya dipakai untuk menggambarkan orang yang memperoleh kekayaan dengan cara yang salah, licik dan merugikan orang lain. Pada akhirnya ia sendiri tidak menikmati kekayaannya. Ujung-ujungnya orang ini dilabel sebagai orang bebal.
Kekayaan itu bisa menipu kita. Lukas 16:9, 11 (TB) 9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." 11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
Jangan sampai kita tertipu oleh kekayaan sehingga kita disebut orang bodoh. (Lukas 12:20-21).
Ini bukan berarti kita tidak boleh kaya. Menjadi kaya bukanlah tabu atau terlarang. (Mazmur 49:17-18).
Tetapi yang harus kita Ingat adalah ajaran Kristus tentang kekayaan. Matius 6:19-20 (TB) 19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Matius 16:26 (TB) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Harta kekayaan yang harus kita kejar adalah Tuhan sendiri karena Dia adalah harta abadi kita. (Matius 13:44-46). (CS)
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

