RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 676 kali
Seiring dengan perkembangan zaman, manusia berhasil mengembangkan teknologi untuk mengetahui suatu bencana sebelum hal itu terjadi. Ada alat pendeteksi untuk memperkirakan kapan gunung akan meletus atau kapan badai dan tsunami bakal terjadi. Penyakit juga dapat dideteksi sejak dini dengan pemeriksaan secara teratur. Namun, bagaimana dengan pertolongan Tuhan? Dapatkah manusia memperkirakannya?
Dalam bacaan kita ini, Yesaya menubuatkan bahwa Ariel (Yerusalem) akan dihukum, tetapi juga akan ditolong. Pertolongan itu akan datang secara tiba-tiba, dalam sekejap mata, mengejutkan, tak disangka-sangka, tak bisa diketahui waktunya. Benarlah, saat penduduk Yerusalem amat menderita, merintih, kesakitan, kelaparan, dan ketakutan akibat serangan Sanherib, pada suatu malam secara mencengangkan dan ajaib Tuhan membinasakan 185.000 orang tentara Sanherib (2 Raj. 19:35). Sungguh tak terduga!
Pertolongan Tuhan memang tak dapat dideteksi kapan dan bagaimana akan terjadi. Kita hanya perlu mengimaninya. Kita mungkin tidak dapat menebak jalan-Nya, namun kita dapat meyakini kebaikan-Nya. Jika pertolongan-Nya dapat dideteksi, kita mungkin tak mau bergantung pada-Nya lagi. Adapun penantian justru menguji iman kita, apakah kita tetap menantikan Tuhan atau menyerah dan putus asa. Saat ini di antara kita tentu ada yang tengah menantikan pertolongan Tuhan. Sekalipun tidak terlihat adanya tanda-tanda tertentu, tetaplah beriman. Pada waktu-Nya, kita akan menerima kejutan yang menyenangkan!—ES
KITA MUNGKIN TIDAK DAPAT MENEBAK JALAN-NYA,
NAMUN KITA DAPAT MEYAKINI KEBAIKAN-NYA
Sumber : www.renunganharian.net
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

