RENUNGAN HARIAN
Di lihat : 491 kali
2 Samuel 16:7-10 (TB) Beginilah perkataan Simei pada waktu ia mengutuk: "Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila! TUHAN telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja, TUHAN telah menyerahkan kedudukan raja kepada anakmu Absalom. Sesungguhnya, engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah." Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya." Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?"
Ketika raja Daud mengungsi krn ia terancam oleh anak kandungnya sendiri yg memberontak dan menguasai kerajaannya, Simei mengolok-olok dia. Abisai panglimanya hendak menebas kepalanya, tetapi Daud mencegahnya. Daud yg dihina seharusnya lebih marah dari pada Abisai panglimanya, kenyataannya justru dia menerima teguran Simei yg nota bene adalah org biasa. Ia tdk peduli siapa Simei itu. Daud seorg yg lemah lembut, bersedia menerima teguran keras dari siapa pun. Ia pernah ditegur oleh nabi Nathan krn kasus perselingkuhannya dgn Batsyeba di depan orang-orangnya. Ini membuktikan hati-hatinya benar-benar lembut. Itulah sebabnya Tuhan berkata bhw Daud org yg berkenan kepada-Nya. (CS)
22 Dec 2025
Mengawali dengan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan. Kasih Manusia bisa berubah tida...
17 Aug 2025
PRINSIP DASAR KITA ADALAH PADA KEYAKINAN BAHWA KESELAMATAN DAN HIDUP BERKEMENANGAN HANYA DAPAT DIPEROLEH MELALUI IM...
14 Jun 2017
Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang sangat penting bahkan menjadi kebenaran yang terpenting dalam iman kri...

